<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.9.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title></title>
	<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 May 2010 10:56:42 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Faktor Resiko Timbulnya Kanker Endometrium</title>
		<description><![CDATA[Hingga saat ini para ahli belum menemukan penyebab tumbuhnya jaringan pelapis dinding rahim di luar rahim. Namun, setelah ditelusuri, banyak wanita yang terkena kanker endometrium ternyata salah satu keluarganya pernah mengalami hal yang sama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa wanita yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker endometrium berisiko tinggi untuk terkena kanker ini.
Kanker endometrium umumnya [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/faktor-resiko-timbulnya-kanker-endometrium/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Definisi Dari Penyakit Kanker Endometrium</title>
		<description><![CDATA[Kanker endometrium adalah jaringan atau selaput lendir rahim yang tumbuh di luar rahim. Padahal, seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim. Kanker ini bisa tumbuh pada ovarium, tuba falopii, dan saluran menuju vagina. Kanker ini bukan merupakan penyakit akibat berhubungan seks. Wanita muda maupun yang sudah tua dapat terkena penyakit ini. Namun, umumnya penyakit ini menyerang [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/definisi-dari-penyakit-kanker-endometrium/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pemicu Timbulnya Penyakit Kanker Indung Telur</title>
		<description><![CDATA[Berdasarkan hasil analisis para ahli menyebutkan bahwa faktor risiko sebagai pemicu timbulnya kanker indung telur antara lain sebagai berikut :

Umumnya kanker indung telur menyerang wanita yang telah memasuki masa menopause. Berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa lebih dari separuh kasus kanker indung telur ditemukan pada wanita yang telah berumur 65 tahun atau lebih.
Wanita yang masa menopause baru [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/pemicu-timbulnya-penyakit-kanker-indung-telur/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Penyakit Kanker Indung Telur</title>
		<description><![CDATA[Indung telur (ovarium) merupakan kelenjar yang berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon kelamin. Seperti organ lain dalam tubuh wanita, indung telur tidak luput dari serangan kanker. Tumor atau kanker yang tumbuh dalam organ reproduksi ini dikenal dengan sebutan kanker indung telur.
Kanker ini sangat rentan terhadap wanita yang telah berumur lebih dari 50 tahun. Namun demikian, [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/penyakit-kanker-indung-telur/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Gejala Pada Penyakit Kanker Rahim</title>
		<description><![CDATA[Kanker rahim berbeda dengan kanker leher / mulut rahim, meskipun keduanya sama-sama ganas dan terletak di rahim. Kanker rahim memiliki prevalensi lebih rendah dibandingkan dengan kanker leher rahim.
Gejala adanya kanker pada rahim agak sulit dideteksi, terutama pada stadium awal, tetapi kanker yang memasuki stadium lanjut umumnya menimbulkan gejala-gejala seperti berikut:

Haid tidak normal dan dalam jumlah [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/gejala-pada-penyakit-kanker-rahim/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Penyakit Kanker Rahim</title>
		<description><![CDATA[Kanker rahim adalah tumor ganas yang tumbuh pada kantong selaput dalam perut (rahim). Kanker rahim yang menyerang wanita sering kali dikaitkan dengan sperma. Padahal, diduga penyebab utamanya adalah tidak adanya keseimbangan antara hormon progresteron dan estrogen. Namun, yang pasti adalah penyebab timbulnya kanker rahim belum diketahui.
Pada stadium awal, kanker hanya ditemukan muncul pada rahim, di [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/penyakit-kanker-rahim/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Gejala Kanker Payudara</title>
		<description><![CDATA[Selama ini yang terjadi pada penderita adalah baru diketahui bahwa dirinya terserang kanker payudara setelah timbul rasa nyeri atau sakit pada payudara atau setelah benjolan tumbuh semakin membesar pada jaringan payudaranya. Penderita yang mengalami kondisi seperti itu sebenarnya sudah terserang kanker payudara stadium lanjut. Keterlambatan tersebut tentu akan mempersulit penyembuhan. Padahal, akan lebih mudah penyembuhannya [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/gejala-kanker-payudara/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Faktor Risiko Penyakit Kanker Payudara</title>
		<description><![CDATA[Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Namun, faktor risiko sebagai pemicu timbulnya kanker payudara antara lain sebagai berikut:

Konsumsi makanan berlemak dan berprotein tinggi, tetapi rendah serat terlalu banyak. Makanan seperti itu mengandung zat karnisogen yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.
Hormon tertentu digunakan secara berlebihan, seperti hormon penambah gairah seksual.
Pil kontrasepsi digunakan pada usia muda. [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/faktor-risiko-penyakit-kanker-payudara/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Nama Tanaman Obat Antikanker</title>
		<description><![CDATA[Tanaman adalah salah satu sumber bahan kimia. Di dalamnya terkandung berbagai jenis bahan kimia yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit, termasuk penyakit kanker. Sejak dahulu, tanaman sudah dimanfaatkan sebagai obat. Untuk itu, dalam artikel ini akan dipaparkan sejumlah tanaman yang dapat digunakan sebagai obat antikanker.
A. Benalu Teh (Loanthus parasiticus)










B. Bidara Upas (Merremia mammosa Hall)












C. [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/nama-tanaman-obat-antikanker/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Obati Kanker Dengan Tanaman</title>
		<description><![CDATA[Kanker yang menyerang wanita pada dasarnya dapat diobati dengan berbagai cara. Selama ini cara yang banyak ditempuh oleh para penderita adalah dengan pengobatan medis (melalui dokter).
Pengobatan medis tersebut antara lain dengan operasi, radioterapi, kemoterapi, hormonal terapi, dan immunoterapi. Selain pengobatan secara medis, saat ini berkembang teknik pengobatan dengan menggunakan tanaman obat. Terbukti tanaman obat mampu [...]]]></description>
		<link>http://www.kankerpayudarajakarta.com/obati-kanker-dengan-tanaman/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
